Haaai~ kembali lagi ya di cerita hidup saya ini,
judul yang hari ini mau dibahas adalah personal tentang saya dan suami :)
How we meet each other :D
ini sebetulnya tidak begitu penting tapi rasanya ingin saya tuliskan, agar bisa menjadi kenang-kenangan untuk saya pribadi dan keluarga saya nantinya.
saya dan suami asli dari Kota Hujan dan kami sama-sama kuliah di tempat yang sama hanya beda jurusan dan angkaan saja, tapi sayangnya jodoh itu tidak di temukan di kampus kecintaan kami berdua, justru kami temukan di tempat bekerja.
pada tahun 2014 saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S1 di kota Surakarta (SOLO) Jawa Tengah, di salah satu Universitas Negeri Sebelas Maret, saat itu libur semester yang mana liburan ini terlalu lama, bisa mencapai waktu 2 bulan.
alhasil, saya berinisiatif untuk mulai keluar dari zona nyaman yaitu, mencari tempat magang yang mau menerima saya bekerja.
saya tidak pernah magang mandiri sebelumnya, yang pernah saya lakukan adalah magang yang di tentukan oleh kampus sebelumnya, sehingga ini salah satu challenges saya untuk keluar dari zona nyaman, karena harus magang dengan mencari minat dan perusahaan sendiri.
akhirnya saya putuskan saya akan magang di Kota Bogor saja, agar saya masih bisa menengok keluarga dan tidak perlu memikirkan biaya makan sehari-hari, itu saja yang saya pikirkan.
hari itu saya ingat sedang ada di koridor kampus, terbersit untuk magang mandiri, karena bertemu teman satu kelas saya Rahmat, saat itu dia ingin magang di salah satu media swasta di jakarta untuk menghabiskan liburan selama 2 bulan, agar lebih bermanfaat, terbersit saya pun join untuk melakukan hal yang sama, saya meminta surat dari kampus untuk meminta surat magang
ada 2 perusahaan yang saya tunjuk.
1. Nutrifood Indonesia, karena letaknya tidak jauh dari rumah saya
2. Kantor pemerintah daerah arena saya memiliki kerabat yang bekerja disana
saya hanya memikirkan "yang penting dapat kesempatan, jika jadi tukang fotocopy atau admin juga tidak masalah, agar nanti saat saya bekerja saya tidak akan terlalu awkward" pengalaman jadi modal utama saya saat itu, berbekal saya bisa video editing dan pengambilan gambar yang di dapat dari mata kuliah di kampus, saya buat CV dan portofolio sendiri detail dengan beberapa tugas kampus yang rampung pernah saya lakukan.
ada dua surat yang saya pegang, namun entah kenapa saya hanya mengirimkan satu surat ke perusahaan nomor 1 saja, saya berharap bisa mencoba perusahaan pertama, kenapa ?
karena perusahaan tersebut begitu awam, namun terlihat menyenangkan untuk saya, apalagi sama sama sekali tidak memiliki kerabat disana.
menitipkan suratpun hanya lewat pak satpam dengan bermodal nekat.
beberapa minggu terlewati, jatah waktu liburan saya hanya tinggal 1,5 bulan lagi, saya benar-benar was-was "kok tidak ada panggilan ya untuk magang, yasudahlah mencari pekerjaan saja katanya susah, apalagi saya yang berniat hanya ingin magang" tidak lama kemudian saya mendaoatkan email konfirmasi untuk interview Head Office Nutrifood di jakarta, girang bukan main, saya loncat-loncat saat itu tidak terhitung berapa kali saya meloncat saking saya sangat bahagia.
saya tidak ingat pemanggilan interview itu di hari apa dan tanggal berapa, namun saat itu kami dikumpulkan di satu ruangan.
saya heran mengapa begitu banyak orang yang akan magang dan dari Universitas ternama pula ada yang dari UI, UGM dan beberapa universitas swasta yang wahh wahh..
nyatanya interview saat itu di satukan dengan seleksi karyawan, namun tata cara nya sama, saya tetap melalui psikotes dan beberapa tes tulis lalu interview dengan HRD secara langsung.
saat interview berlangsung yang diinfokan kepada saya adalah "jika ingin magang baiknya di Jakarta karena jurusan saya memang berkebutuhan di Head Office Jakarta, saat itu saya infokan, bisa tidak ya saya magang di pabrik saja karena lokasi sangat dekat dengan rumah saya" HRD pun hanya memberikan catatan di kertas tanpa saya tau jawabannya.
akhirnya interview pun selesai, kami berkeliling mengelilingi kantor Head Office dimana kantor tersebut sudah ada fasilitas kantin, perpustakaan, meeting room yang sangan comfy, display room beberapa produk yang di produksi dll.
dan sayapun mendapat edukasi budaya kerja mereka mengenai senyum, salam, sapa dimana setiap karyawan yang baru saja bertemu harus selalu tersenyu dan saling menyapa tidak lupa sealalu bersalaman. saya yang hanya mendaftar sebagai anak Magang saja sudah terkesima dengan budaya kerjanya, apalagi para karyawan yang sudah bekera di tempat tersebut ya :)
sekitar satu minggu kemudian saya mendapat email konfirmasi bahwa saya akan ada interview kembali di pabrik Ciawi dengan manager HSE secara langsung, saya kurang paham apa itu HSE, akhirnya saya interview langsung bertemu dengan Bapak katon saat itu, saya diinterview beberapa hal yang bisa saya lakukan, salah satu nya membuat video induksi k3.
jadi saya akan diterima menjadi anak magang di divisi HSE yang di kepalai oleh pak katon ini, beliau sangat humble dan smilng face sekali.
setiap saya bertemu beliau ko rasanya full off passion ya, sangat positive vibes.
akhirnya saya mengiyakan untuk membuat 2 video induksi K3 mengenai pengenalan alat APD dan juga mengenai betapa pentingnya HSE di PT Nutrifood dalam waktu 1 bulan sudah harus rampung.
hari pertama saya magang akhirnya tiba.
saat itu tiba-tiba saya ikut Join dengan para anak-anak SMK yang juga sama-sama magang, namun berbeda dengan saya mereka magang di bagian produksi.
saya dapat beberapa edukasi mengenai budaya kerja perusahaan, pengenalan perusahaan, dan k3 di perusahaan tersebut.
sampai akhirnya saya berkenalan dengan salah satu pembicara yang menjelaskan mengenai penanganan Limbah di perusahaan tersebut, namanya Ka Nindy, nyatanya dia adalah salah satu tim yang nantinya saya akan bekerja dengan dia.
ternyata Nindy sama-sama lulusan IPB D3, namun berbeda jurusan dengan saya, jurusan dia adalah lingkungan dan 1 tahun di atas saya. alhamdulillah karena pernah magang di kantornya sampai saat ini Nindy menjadi teman dan salah satu keluarga kami :)
Hidup memang penuh kejutan bukan(?)
saya kira orang-orang baru yang akan saya temui adalah orang asing, namun nyatanya orang-orang yang 1 bulan kedepan bekerja bersama saya mayoritas dari almamater yang sama sehingga saya tidak merasa, sendirian atau asing.
karena jika satu almamater rasanya seperti bertemu teman lama, meskipun sebenarnya tidak saling mengenal, namun merasa berasal dari tempat yang sama.
tiba-tiba setelah acara perkenalan perusahaan selesai, saya di ajak berkeliling berkenalan dengan semua orang yang ada di perusahaan, HRD saat itu yang menemani saya adalah Rani, sungguh orang yang sangat ceria dan super humble. saya sampai tidak habis pikir, kenapa semua orang diperusahaan ini vibesnya positif sekali.
mungkin sudah terbentuk ya suasana kerja yang menyenangkannya :)
sampai akhirnya saya tiba di Gedung F tempat saya bekerja satu bulan kedepan.
saya diberikan kamera dan beberapa perlengkapan lainnya, namun untuk tools editing sendiri karena saya sudah memiliki perlengkapannya di rumah jadi saya bisa membawa pulang filenya dan saya edit sendiri.
di gedung F saya berkenalan dengan beberapa orang, ternyata satu ruangan ada 3 divisi, salah satunya divisi HSE, lalu saya diberikan brief oleh nindy untuk membuat skenario gedung mana saja yang akan di take gambarnya, lalu juga ruangan dan kegiatan apa saja yang akan di take video dan akan dibuat videonya.
setelah Nindy saya berkenalan dengan Risal, saya duduk di meja kosong di sebelahnya.
teringat sangat jelas dia pakai kemeja warna putih dan celana hitam seperti orang yang akan interview kerja.
rasanya lucu menuliskan part ini, karena part ini adalah momen pertama kali saya dan suami saya bertemu :)
Risal/ Ical juga ditunjuk oleh manager untuk membuat brief skenario mengenai induksi pengenalan APD disekitar pabrik yang harus saya buat videonya.
Namun untuk bertemu dengan ical ini tidak terlalu sering, seingat saya saya bertemu hanya 1x seminggu karena dia bekerja di pabrik sentul, bukan di pabrik ciawi.
saya biasa bekerja dengan Nindy, setelah hafal beberapa titik lokasi pabrik, saya bisa berjalan-jalans endiri untuk mengambil beberapa gambar yang diperlukan.
Namun ada kesempatan saya dan Ical ke pabrik bagian sentul dan juga cibitung untuk mengambil beberapa gambar.
bersyukur karena mendapat kesempatan yang luar biasa, saya bisa ikut melihat semua proses produksi dari bahan baku sampai dengan pengemasan.
oiya, saya juga berkesempatan melihat warehousenya yang sangat besar :)
yaa. kalau tidak magang dan untuk keperluan perusahaan saya tidak mungkin bisa ikut dan merasakan vibes pengalaman berkunjung seperti saat itukan.
rasanya hampir semua divisi saya masuki karena kebutuhan pengambilan gambar.
oiya, rasanya selain saya mendapat kesempatan untuk take gambar di beberapa pabrik sayapun ikut join untuk training pengambilan gambar saat pelatihan APAR dan juga ultah Nutrifood, rasanya seru ikut beberapa lomba dan berbaur dengan para karyawan lainnya.
selesai dengan proses editing, akhirnya saya mulai mengisi video tersebut dengan suara saya sendiri, karena bingung harus suara siapa yang diisi jadilah menggunakan suara saya sebagai contoh, namun hasilnya malah di approve secara keseluruhan tidak ada revisi dari manager dan langsung di tayangkan untuk pelatihan induksi.
rasanya senang sekali, hanya 1 bulan namun pengalamannya sungguh sangat berkesan untuk saya pribadi.
rasanya ingin terus magang, karena suasananya sungguh sangat menyenangkan, namun sayangnya liburan saya sudah akan berakhir dan saya harus kembali ke kampus.
rasanya saya ingat hari itu haru sabtu, saya sudah packing dan siap berangkat menuju stasiun senen.
saya selalu memesan tiket keberangkatan di malam hari, agar saya bisa tertidur di kereta dan bangun pagi sudah sampai di Kota Solo
hari itu ada pesan masuk ke whatsapp, dari ka ical.
nyatanya dia sudah ada di depan rumah saya untuk mengantar saya ke stasiun senen, "waduh saya panik bukan main, karena biasanya momen antar saya ke stasiun senen ini adalah momen bersama bapak saya"
jangan tanya kenapa dia tau rumah saya, karena pernah suatu hari di hari minggu dia tiba-tiba datang kerumah untuk melakukan video editing bersama karena kebutuhan presentasi di hari senin nya, sehingga kami kerjakan bersama di rumah saya saat itu dan pastinya ada orang tua saya dirumah.
lucu-nya, niat ingin mengantarkan saya ke Jakarta kandas sudah, karena di tolak ayah saya, alhasil kerjaan dia hanya makan bersama dirumah sebelum saya berangkat ke stasiun.
kalau diingat kok rasanya sedih sekali ya, niat baik namun di tolak oleh orang tua hahahaha
sesampai di Surakarta, saya melakukan aktifitas seperti biasa, berkuliah, main bersama temaan-teman lain dan mengerjakan tugas.
karena magang kemarin merupakan magang mandiri selama liburan, sehingga tidak ada kewajiban saya untuk membuat report dan presentasi di kampus, hal tersebut pure untuk pengalaman saya pribadi.
saya lupa hari apa tapi saat itu saya menangis karena homesick, namun kehabisan tiket kereta.
rasanya hari itu mendekati libur idul adha dan semua orang di kosan pulang ke kampung halaman, termasuk teman-teman satu kampus saya. karena saya kebingungan harus bagaimana dan saya mengalami homesick akhirnya saya sakit demam dan hanya diam dikosan.
saat itu ada whatsapp masuk dari ical menanyakan kabar.
saya menceritakan mengenai keadaan saya yang tidak bisa pulang karena tidak kebagian tiket kereta dan saya takut jika naik bus karena belum pernah pulang dengan bus sebelumnya.
tiba-tiba dia dbilang "percaya sama aku, besok kamu bakalan pulang kerumah ketemu keluarga"
keesokan harinya ada telpon pagi-pagi sekali, saya bingung kenapa kakak kelas yang sedang mendekati saya ini telpon pagi-pagi sekali
"udah bangun?"
"udah"
"siap pulang?"
"hah?"
"coba liat kebawah, kamu keluar kosan dan liat di jalan ada siapa, biar bisa pulang"
saya kaget bukan main, dia sudah ada di bawah didepan kosan saya, menggenggam telpon dan menengok kearah saya menandakan dirinya sudah siap menjemput untuk pulang ke bogor.
saya teriaaaaak kaget. sampai teman saya keluar kamar dan bertanya ada apa, kebetulan saya satu kosan dengan 4 orang teman satu kelas, jadi memang kami selalu bersama-sama, namun memang domisili daerah kami berbeda-beda.
Rasanya, jantung saya mau copot. pertama karena ini pengalaman pertama saya di buat terkejut dengan kedatangan seseorang yang begitu niat menempuh perjalanan 8-9 jam untuk mengantarkan saya pulang ke bogor, karena saya takut pulang sendirian naik bus.
karena saya homesick dan benar-benar ingin pulang kerumah.
teman sekosan saya karena kasihan, dia bilang "udah suruh masuk aja didepan, ayok gua temenin pasti pegel kan naik kereta dan baru sampai sini"
akhirnya saya bertemu dengan ka Ical di Solo, didepan kosan saya yang saya benar-benar kaget dibuatnya
"aku yakin pasti kamu bisa pulang ke bogor, jadi nanti aku anter kamu pulang ke bogor" begitu katanya
kami mencari penginapan terdekat sambil menunggu waktu sore agar ka ical bisa istirahat dulu, ada penginapan di sekitaran kampus yang biasanya menjadi tempat pilihan para keluarga saat wisuda.
setelah dirasa cukup istirahat dan saya selesai packing, akhirnya kami menuju pool bus Rosalia Indah, agar tujuan akhir ke Bogor Pool Busnya dekat dengan rumah saya.
setelah menempuh perjalan 12 jam dan berbagi cerita kesana-kesini akhirnya kami tiba di bogor dan kami berpisah setelah bus sampai di Bogor.
saya meminta tolong untuk tidak perlu mengantarkan saya kerumah. menemani saya selama perjalanan saja sudah cukup untuk saya.
keesokan harinya kami bertemu kembali, seperti orang yang sedang berdekatan ka ical akhirnya secara resmi mengobrol secara langsung dengan saya, ingin serius katanya.
hal to the point itu langsung dia ungkapkan begitu saja, karena dia tidak ingin berdekatan secara main-main.
saya yang bingung hanya bilang "tapi akukan belom lulus ka, belom kerja juga, takutlah masa belom ngerasain kerja"
dia cuma ketawa, "bilang serius hari ini, ga bermaksud besok langsung aku ajak nikah ca, tapi bilang serius hari ini biar ica tau kalau memang aku ga akan main-main sama hubungan ini, kalau ica yakin dan mau jalanin sama aku kita lanjutin kedekatannya, tapi kalau engga kita sudahi aja ya"
sebuah penjelasan yang gamblang dan sampai akhirnya ical lebih sering main kerumah, bertemu keluarga saya untuk menyampaikan niat seriusnya dan berakhir seperti saat ini.
sebuah kisah biasa bukan, namun proses perkenalan ini juga tidak sebentar dan hanya manis yang terlihat, namun banyak yang kami lalui juga setelah saya lulus kuliah, mencari pekerjaan,d an saat dimana dia mulai meniti karirnya sendiri. selama 5 tahun mengenal ini memang bukan waktu yang sebentar dan banyak proses lainnya didalamnya untuk lebih yakin bagi kami berdua.
saya sangat bersyukur mengambil langkah dan keluar dari zona nyaman saya untuk memilih tempat magang, sampai akhirnya saya bisa bertemu dengan suami saya saat ini.
sebuah cerita FTV versi saya yang menurut saya tidak disangka-sangka untuk bertemu jodoh di tempat magang mengantarkan saya menjadi pribadi seperti saat ini, menjadi pribadi yang mengenal diri saya dan belajar untuk bisa lebih terbuka dengan orang lain untuk keluar dari zona nyaman dan akan menemukan hal lebih yang tidak terduga dari yang di bayangkan.
jika saya tidak memilih untuk magang, jika saya tetap memilih untuk rebahan di rumah dan menghabiskan waktu liburan dengan menonton maraton korea, mungkin saya sendiri tidak akan mungkin mengenal suami saya saat ini :)
mungkin jika tidak di jemput saat itu saya akan sendirian idul adha di kosan dan hanya scroling handphone untuk melihat teman-teman yang bisa pulang kampung bertemu dengan keluarga mereka. hal-hal yang tidak pernah terduga memang selalu terjadi, tapi saya yakin dengan ucapannya "semua pasti akan baik-baik saja"
Komentar
Posting Komentar